Pages

Rabu, 19 Desember 2012

Diary Corrumpere


Judul: Diary Corrumpere
Penulis:Andradika Fasya Syamun
Kategori: Cerpen
ISBN: 978-602-7880-05-4
Tebal: 130 hlm ;14x20
Harga: 29.000 (belum termasuk ongkir)
Desain cover: Avet Batangparana
Sinopsis:
“Mana mungkin aku bangga menjadi orang yang berada di sini apalagi pesakitan seperti ini?" batinnya.
Anggita mulai menjadi pesakitan setelah mendapatkan vonis tetap dari pengadilan. Padahal menurut pengakuan Anggita banyak sekali bukti dan data fakta yang janggal, namun kenapa ditelan saja oleh hakim. Bahkan pengajuan bandingnya selalu dimentahkan oleh majelis hakim. Dirinya mengutuk hari ini!
Dua bulan telah berlalu, ada perang berkecamuk di pikirannya, namun dirinya merasa telah memiliki sebuah pelajaran, seperti musafir yang berjalan jauh dan belajar banyak tentang daerah yang dikunjungi. Pelajaran yang berharga walaupun menyindir dirinya dengan telak. Namun sindiran itu telah menyadarkannya, ternyata ia selama ini bukanlah pejabat yang baik. Ke mana-mana membawa mobil dinasnya untuk belanja dan berpelesir. Ini jelas tindakan korup, pikirnya.

Itulah beberapa penggalan cerita dan ungkapan yang dirasakan oleh Anggita, seorang politikus yang duduk di kursi pesakitan. Suap-menyuap demi kelancaran proyek pembangunan gedung dan sarana olahraga yang berbuntut pahit ditelan oleh Anggita dan menjadi terdakwa.
Masa hukuman dilewati dengan kesendirian, kawan, kerabat pergi dan tentu saja Anggita melewati masa hukuman penuh dengan kebimbangan dan hilang arah. Namun dalam kesendiriannya dan kebimbangan itu, Manggala Putra hadir mengusik kesepian Anggita. Padahal Anggita tahu Manggala Putra adalah rival politiknya. Namun Manggala Putra justru banyak mengajarkan bagaimana untuk menjadi survive dan tabah dalam melewati masa hukuman Anggita. Bahkan dari pertemuan itu cinta tumbuh dan bertunas di hati mereka.
Manggala pun menyadarkan Anggita perihal tentang sebuah pencerahan dan keiklhasan menjalani masa hukuman atas apa yang dilakukannya.

pemesanan0856 4545 9191


0 komentar:

Posting Komentar